7 Cara Komunikasi Asertif Agar Bisa Hidup Damai Luar Dalam

Hidup berdamai seringkali terlihat mudah di permukaan. Namun tak jarang kadang kita berada dalam kondisi terlihat seperti bisa berdamai dengan siapapun tapi di dalam hati sebenarnya memendam ketidaksetujuan.

 Padahal emosi yang terpendam ini berpotensi mendatangkan penyakit baru yang lebih berat. Hal ini justru bisa mendatangkan penyakit baru. Mulai dari sekedar memendam perasaan sampai bisa menjadi tumpukan rasa frustasi yang membuat kita jadi mudah meledakkan emosi. 

Dalam keseharian tentu kita akan sering menemukan kondisi dimana terjadi perbedaan pendapat baik dengan suami dan anak-anak di rumah, dengan tetangga, orang tua, teman kerja dan lainnya. 

3 Jenis Gaya Komunikasi : Agresif, Pasif dan Asertif

Saat terjadi perbedaan pendapat, biasanya akan terdapat tiga jenis reaksi tergantung karakter pribadi kita. Ada yang akan menolak dengan agresif menyatakan perbedaan pendapatnya. Biasanya hal ini akan cukup mengganggu karena cenderung memicu pertengkaran yang jauh dari perdamaian. 

Ada juga sebagian orang yang akan mengutamakan tercapainya kedamaian dan berusaha jauh dari konflik. 

Mereka memaksa diri menerima dengan pasif, mengiyakan semuanya walau dalam hati sebenarnya memberontak. 

Jika memilih terus menerus mengalah, seringkali perasaan dan emosi terpendam lama kelamaan akan menjadi penyakit untuk diri sendiri. Mulai dari tumpukan frustasi,bahkan juga bisa berlanjut menjadi ledakan emosi yang tak hanya merusak diri sendiri tapi juga orang lain disekitar kita. 

Namun ada juga yang memilih jalan ketiga yaitu dengan cara menerapkan komunikasi asertif. Komunikasi asertif bisa membuat kita mencapai perdamaian tanpa ada ledakan emosi yang keluar ataupun tumpukan emosi terpendam yang juga bisa meledak sewaktu-waktu. 

Dengan cara ini, maksud hati bisa tersampaikan, orang lain pun memahami apa maksud kita, sehingga kita jadi bisa saling menghargai maksud dan keinginan masing-masing. Dengan demikian kedamaian yang tercapai pun benar-benar tak hanya di permukaan tetapi juga di dalam hati yang akan membuat semua pihak merasa nyaman. 

Jadi apa itu sikap asertif?

 

Sikap asertif adalah suatu cara berkomunikasi yang membuat kita bisa menyampaikan keinginan kepada orang lain tanpa membuat orang lain merasa diserang . Sikap asertif membuat kita bisa menjaga dan menghargai hak dan perasaan orang lain sambil tetap menjaga hak dan perasaan kita sendiri. 

Bagaimana cara supaya bisa bersikap asertif? 

1. Pahami diri terlebih dahulu.  

Apakah diri kita termasuk yang agresif suka memaksakan pendapat, ataukah pasif yang selalu menerima semuanya apa adanya. Dengan memahami seperti apa gaya kita saat berada dalam perbedaan pendapat, kita bisa mengatur strategi dengan lebih efektif. 

2. Gunakan kalimat diplomatis bukan agresif

Ketika kita berbicara dengan sudut pandang “saya” orang lain akan memahami maksud kita tanpa merasa dituduh.  Alih-alih menggunakan kata “Kamu salah”, akan lebih nyaman jika kita mengatakan “Saya tidak setuju”. 

3. Jadi pendengar yang baik dan hargai orang lain

Saat lawan sedang berbicara, simak dengan baik tanpa menyela. Coba pahami sudut pandangnya. Biarkan ia menyelesaikan terlebih dahulu, baru kita menyampaikan pendapat atau pandangan kita. 

4. Sampaikan perbedaan pendapat dengan baik. 

Perlu digaribawahi, menyampaikan pendapat sangatlah berbeda dengan memaksakan pendapat. Cukup sampaikan bahwa pendapat kita berbeda tanpa perasaan ingin menang. 

5. Lawan bicara bukanlah musuh

Dengan mengganti cara pandang ini, kita akan bisa menyampaikan pendapat dengan lebih tenang tanpa keinginan untuk memaksakan atau mengalahkan dan tetap menghormati lawan bicara kita. 

6. Tak perlu merasa bersalah

Berani menolak atau mengatakan “tidak” Pada hal yang memang tidak kota setujui bukanlah sesuatu yang salah. Jika alasan ketidaksetujuan merupakan hal yang jujur, masuk akal dan tidak melanggar norma apapu, maka kita tidaklah salah. 

7. Berbicaralah dengan tenang

Penting untuk menjaga bahasa tubuh saat berbicara dengan siapapun. Biasakan untuk menatap mata lawan bicara dengan tenang, dengan intonasi suara normal dan katahkatanyang sopan. 

Dengan menjaga ketenangan kita saat berbicara lawan bicara pun akan merasakan nyaman dan tidak merasa sedang ditentang. 

Selanjutnya teruslah berlatih dengan hal yang sederhana. Dengan selalu berlatih tentu akan membuat kita semakin terampil. Bisa juga dengan melakukan bermain peran yang dimulai dengan menuliskan transkripnya. 

Demikianlah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dengan asertif. 

Mengasah  keterampilan komunikasi asertif  akan membuat kita bisa merasa lebih damai saat berinteraksi dengan siapapun. Andaikan setiap orang bisa menerapkan cara ini, tentu hal-hal yang menyebabkan perselisihan bisa diminimalisir, bahkan bisa saja dunia ini terhindar dari perang panas maupun perang dingin. Walaupun kita sama-sama tahu, penyebab perang bukanlah sekedar perbedaan pendapat saja, tapi lebih jauh lagi ada pengaruh dari pihak-pihak tertentu. 

Penulis: Elsa mur

Hai, saya elsa, Bundo dari tiga orang anak disingkat 3 smh. Saya berasal dari Minangkabau, Seorang Nutrisionist yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga purna waktu, Homeschooler dan seorang nomadic wife yang selalu bersemangat mendampingi dan mengikuti suami menjejak di berbagai kota.

2 tanggapan untuk “7 Cara Komunikasi Asertif Agar Bisa Hidup Damai Luar Dalam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s